6285870414038 iatmism.ftm@upnyk.ac.id

Transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) adalah sesuatu yang sedang berlangsung secara global. Persaingan menuju energi baru terbarukan menjadi ketat setelah sejumlah perusahaan migas internasional berkomitmen mengurangi produksi bahan bakar fosilnya. Perusahaan minyak kelas dunia mulai bertransformasi ke bisnis hijau. Proses transisi perusahaan migas ke energy hijau menjadi lebih cepat dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda dan menghambat seluruh aktivitas masyarakat di dunia, tidak terkecuali pada industri migas.
Royal Dutch Shell baru saja mengumumkan rencana memangkas hingga 40% biaya produksi migasnya. Perusahaan akan fokus pada pengembangan energi terbarukan. Perusahaan asal Belanda ini bakal beralih ke sektor listrik dan energi terbarukan yang marginnya relatif rendah. Shell mengkombinasikan teknologi floating mereka dengan windfarm (kebun angin). Shell telah memasang target untuk mencapai 0 persen emisi pada 2050. Kapasitas produksi hidrogen hijau di kilang Cologne Rheinland, Jerman, bakal naik 10 kali lipat pada 2030. Perusahaan asal Belanda ini juga menyiapkan kebun angin lepas pantai (offshore) yang sebagian listriknya untuk menghasilkan hidrogen hijau. Shell juga mempersiapkan stasiun pengisian bahan bakarnya di Jerman agar dapat dipakai kendaraan listrik. Dalam pernyataan tertulisnya, Shell mengakui sedang melakukan tinjauan strategis organisasi. untuk memastikan kesiapan dalam berkembang selama transisi energi dan menjadi organisasi yang lebih sederhana dan kompetitif.
BP mulai masuk ke pasar bioenergi dengan menggandeng Bunge, perusahaan asal Brasil. Perusahaan BP dan Bunge memproduksi etanol dari tebu untuk bahan bakar kendaraan. Selain itu, biomassa dari tebu dikembangkan untuk menghasilkan listrik. BP juga mengumumkan ambisinya untuk menjadi perusahaan tanpa emisi karbon atau net-zero emission pada tahun 2050.Bahkan perusahaan migas asal Inggris itu menyebut untuk pertama kalinya dalam sejarah, konsumsi bahan bakar fosil bakal menyusut seiring kebijakan pencegahan perubahan iklim di banyak negara. Saat 2050, BP memprediksi energi terbarukan akan mendominasi hingga 44% dalam skenario cepat (rapid). Sementara skenario net zero dan business as usual, konsumsi energi terbarukan mencapai 59% dan 22%, seperti tampak pada grafik Databoks berikut ini.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/06/29/permintaan-energi-terbarukan-diprediksi-terus-meningkat#
Perusahaan migas milik pemerintah Tiongkok juga berinisiatif untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik dari energi terbarukan, seperti hidrogen dan angin. Petrochina, Sinopec, dan CNOOC siap menghabiskan dana besar untuk aset energi hijau. Sinopec bahkan ingin memimpin proyek hidrogen Tiongkok. Perusahaan itu rencananya akan membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Pantai Timur Tingkok. Lalu, PetroChina beberapa waktu lalu mengklaim sebagai perusahaan pelat merah pertama yang menargetkan near-zero emissions pada 2050. Kemudian, perusahaan eksplorasi CNOOC bakal memulai pengembangan proyek tenaga angin lepas pantai pada akhir 2020.
Proses transisi juga telah terlihat di perusahaan migas nasional. Pertamina menyatakan keseriusannya dalam mengembangkan energi baru terbarukan. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan perusahaan telah membentuk Subholding Power & New and Renewable Energy. Perusahaan pelat merah alias BUMN bidang energi itu telah memiliki roadmap untuk memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi energi bersih. Empat pilar utamanya adalah gas untuk listrik (gas to power), bahan bakar ramah lingkungan (biofuel), panas bumi, dan manufaktur (baterai mobil listrik). Pertamina sedang menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 megawatt (MW) yang bakal beroperasi pada akhir 2021. Sepanjang 2019, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Geothermal Energy, telah memproduksi panas bumi sebesar 4.292 gigwatt hour (GWh). Perusahaan juga akan menggarap dua wilayah kerja baru untuk menambah kapasitas dari 672 megawatt menjadi 1.112 megawatt. Target peningkatan cadangannya mencapai 2.175 megawatt dan produksi listriknya menjadi 7.455 gigawatt hour.
Untuk biofuel, Pertamina sedang membangun tiga kilang khusus di Plaju, Cilacap, dan Dumai. Pada Maret 2020, Kilang Cilacap telah berhasil melakukan uji coba green gasoline dengan injeksi 13% refined, bleached and deodorized palm oil (RBDPO). Lalu, Kilang Pertamina Dumai telah melakukan uji coba dengan memproduksi green diesel D100 sebanyak 1.000 barel per hari pada Agustus 2020. Rencananya, pada akhir tahun 2020, Pertamina akan melakukan uji coba produksi avtur hijau atau green avtur di Kilang Cilacap.

 

Sumber :
https://katadata.co.id/sortatobing/ekonomi-hijau/5f6aef59c198d/langkah-besar-perusahaan-migas-dunia-bertransisi-ke-energi-hijau
https://kumparan.com/kumparanbisnis/transformasi-kunci-perusahaan-migas-tetap-eksis-di-tengah-krisis-1uL8YzQd23j
https://upperline.id/post/strategi-pertamina-untuk-transisi-energi
https://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/id/kategori/lingkungan-dan-iklim/transisi-energi-sebuah-proyek-antargenerasi