6285870414038 iatmism.ftm@upnyk.ac.id

Baru-baru ini PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil mengembangkan inovasi pemboran berupa casing while drilling menggunakan rig pengeboran jenis Jack Up Hakuryu-14 yang berada di Lapangan Bekapai. Sumur tersebut berada di area shallow gas reservoir, yaitu terdapatnya gas yang berada di kedalaman 0 – 1000 meter di bawah permukaan dasar laut.

Casing while drilling (CwD) adalah sistem atau metode pemboran dengan menggunakan casing sebagai rangkaian pipa pemboran yang kemudian secara permanen disemen. Dalam hal ini fungsi dari rangkaian pipa pemboran sebagai media untuk melewatkan energi mekanik dan hidrolik kepada pahat bor digantikan oleh casing sehingga dalam pengoperasiannya sistem ini memerlukan peralatan khusus atau beberapa bentuk modifikasi dari peralatan konvensional yang sudah ada. Teknik pemboran casing while drilling pertama kali dilakukan di Canada dengan menggunakan casing 7” dan berhasil mencapai kedalaman 1000 m.

Jenis-jenis sistem casing while drilling ada 2, yaitu non-retrievable dan retrievable BHA. Non-retrievable merupakan sistem yang paling sederhana dalam CwD. Sistem terdiri dari drill shoe yang dapat dibor, casing string, dan casing drive system. Retrievable BHA menemukan keseimbanagan antara alat bor konvensional dan CwD. Keuntungan dari sistem ini dapat dikontrol dan dgunakan dengan alat konvensional saat pengeboran (MWD) dan alat logging sambal melakukan pengeboran (LWD).

Tujuan penggunaan casing while drilling didesain untuk suatu kondisi yang mengharuskan operator segera memasang casing setelah melakukan pemboran sehingga kemungkinan terjadinya masalah formasi dapat dikurangi, seperti masalah formasi yang disebabkan oleh runtuhnya formasi shale pada saat memasang casing dapat dicegah. Ketika casing point dicapai maka posisi casing telah ada di dasar sumur sehingga akan mengurangi waktu untuk trip rangkaian sebesar 17,5%-33%. Casing point adalah lokasi atau kedalaman suatu sumur dimana pengeboran berhenti sehingga casing dapat di-run dan disemen.

Penggunaan casing while drilling dapat meningkatkan efisiensi rig, efisiensi operasional, dan efisiensi unscheduled event. Efisiensi rig yang dihasilkan berupa desain rig lebih kecil dan ringan sehingga transportasinya lebih mudah, mengurangi biaya sewa rig, membutuhkan horse power dan perawatan yang lebih sedikit, dan mengurangi pengulangan kerja pada drawwork (pada saat triping time). Berikut adalah perbandingan waktu pengeboran antara pengeboran konvensional dan casing while drilling di Lapangan Oman, dimana waktu pengeboran dengan casing while drilling lebih efisien.

Sementara efisiensi operasional yang dihasilkan berupa konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit, mengurangi biaya lumpur dan semen, mengurangi waktu tripping, dan mengurangi masalah deviasi dan dog leg. Kemudian efisiensi unscheduled event dapat  mengatasi timbulnya masalah pada lubang sumur yang disebabkan oleh tekanan swab dan surge, dapat mengatasi timbulnya masalah pada zona water flow, shear dan fluid loss pada saat menempatkan casing, dan dapat mengatasi timbulnya rongga pada lubang bor saat dilakukan reaming back dari rangkaian pipa pemboran.

Akan tetapi, penggunaan casing while drilling terdapat beberapa keterbatasan yang disebabkan oleh penggunaan casing sebagai rangkaian pemboran yaitu kecepatan putaran casing string tidak terlalu tinggi, keterbatasan beban torsi yang mampu ditahan oleh casing pada saat rangkaian casing diputar, hanya efektif digunakan pada sumur-sumur pengembangan, dan bisa menimbulkan masalah fatigue.

 

Sumber :

http://migas-indonesia.com/2004/04/26/casing-while-drilling-cwd/

https://www.glossary.oilfield.slb.com/en/Terms/c/casing_point.aspx

https://www.instagram.com/p/B_WakP0HYxh/

http://www.drillingformulas.com/basic-knowledge-of-casing-while-drilling-cwd/